TANGGAP

Platform Pengaduan Masyarakat

Menghubungkan masyarakat dan pemerintah melalui sistem pelaporan yang transparan

RINGKASAN

Durasi

3 Month

Role

UI/UX Designer

Tools

Figma

VIEW PROTOTYPE

Latar Belakang

Tanggap adalah platform pengaduan masyarakat berbasis mobile yang dirancang untuk membantu warga melaporkan berbagai permasalahan di lingkungan sekitar, seperti kerusakan infrastruktur, masalah sampah, dan gangguan fasilitas umum. Platform ini berfokus pada penyediaan saluran komunikasi yang lebih terstruktur dan transparan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Masalah

Masyarakat sering mengalami kesulitan dalam melaporkan permasalahan publik karena proses yang tidak jelas, kurangnya umpan balik, serta saluran komunikasi yang tidak terstruktur. Banyak laporan yang tidak ditindaklanjuti, dan pengguna jarang mendapatkan pembaruan status, sehingga menimbulkan frustrasi dan menurunkan kepercayaan terhadap layanan pemerintah.

Tujuan Proyek

Tujuan dari proyek ini adalah merancang sistem pelaporan yang intuitif dan mudah diakses, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengirim pengaduan, melacak status laporan, serta menerima pembaruan secara real-time. Dengan meningkatkan transparansi dan kemudahan penggunaan, platform ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap layanan pemerintah.

PROSES KERJA

Empathize

EMPATHIZE

Define

DEFINE

Ideate

IDEATE

Prototype

PROTOTYPE

Test

TEST

EMPATHIZE

Konteks Penelitian

Untuk memahami bagaimana masyarakat melaporkan permasalahan publik dan berinteraksi dengan sistem pengaduan yang ada, saya melakukan penelitian pengguna yang berfokus pada pengalaman pelaporan di kehidupan nyata. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat merespons isu seperti kerusakan jalan, masalah sampah, dan gangguan layanan publik, serta ekspektasi mereka terhadap platform pelaporan digital.

Metode Penelitian

Wawancara kualitatif dengan 5 partisipan yang pernah melaporkan permasalahan publik. Fokus pada perilaku pelaporan, kendala yang dihadapi, serta ekspektasi terhadap sistem pelaporan yang lebih efektif.

PELAPOR AKTIF

Pengguna yang memiliki inisiatif untuk melaporkan permasalahan ketika menemui isu di lingkungan sekitar.

  • Menggunakan grup WhatsApp atau media sosial untuk melaporkan masalah
  • Mencoba berbagai saluran agar laporan lebih diperhatikan
  • Mengharapkan respons yang cepat dan jelas dari pihak berwenang

PELAPOR PASIF

Pengguna yang memilih tidak melaporkan permasalahan karena rendahnya kepercayaan terhadap sistem.

  • Sering mengabaikan masalah daripada melaporkannya
  • Percaya bahwa laporan tidak akan menghasilkan tindakan nyata
  • Lebih memilih komunikasi informal di lingkungan sekitar

Pain Points

  • Tidak ada kejelasan status atau progres setelah laporan dikirim
  • Kurangnya transparansi dalam proses penanganan laporan
  • Ketidakpastian apakah laporan diterima atau diabaikan
  • Saluran pelaporan yang tersebar (media sosial, chat, sistem manual)
  • Tidak adanya umpan balik atau pembaruan penyelesaian yang terstruktur

Insight Utama

Permasalahan utama bukan terletak pada rendahnya keinginan masyarakat untuk melaporkan, melainkan kurangnya transparansi dan umpan balik setelah laporan dikirim. Tanpa visibilitas terhadap proses penanganan, pengguna kehilangan kepercayaan dan menjadi enggan menggunakan sistem pelaporan formal.

DEFINE

Ringkasan

Insight dari tahap Empathize menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemauan untuk melaporkan permasalahan publik, namun pengalaman mereka terhambat oleh kurangnya transparansi dan umpan balik. Proses pelaporan saat ini belum memberikan kejelasan mengenai apa yang terjadi setelah laporan dikirim.

Insight Utama

Motivasi pengguna bukanlah masalah utama—melainkan kepercayaan. Ketika pengguna tidak menerima pembaruan atau konfirmasi, mereka cenderung menganggap laporan mereka diabaikan. Seiring waktu, hal ini menurunkan keterlibatan dan mendorong pengguna beralih ke saluran informal yang dianggap lebih responsif.

Persona

RADEN NURALIF – WARGA YANG PEDULI

Raden Nuralif adalah seorang mahasiswa yang tinggal di Bandung. Ia pernah menemukan masalah kabel listrik yang berbahaya di lingkungannya dan memutuskan untuk melaporkannya melalui platform pengaduan online.

Setelah mengirim laporan, ia tidak menerima respons maupun pembaruan. Kurangnya umpan balik membuatnya merasa sistem tidak efektif.

Ekspektasi: Sistem pengaduan yang memberikan respons yang jelas, proses yang transparan, serta penyelesaian yang lebih cepat.

Persona
Problem Statement

Masyarakat membutuhkan sistem pengaduan yang menyediakan pelacakan status yang jelas, komunikasi yang transparan, serta umpan balik yang berkelanjutan, sehingga mereka merasa yakin bahwa laporan mereka diterima dan sedang ditindaklanjuti.

How Might We

Bagaimana kita dapat merancang sistem pelaporan yang transparan, memberikan informasi status secara berkelanjutan, dan mampu membangun kembali kepercayaan pengguna terhadap layanan publik?

IDEATE

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, solusi difokuskan pada pengembangan sistem pengaduan yang transparan dan mudah digunakan. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk melaporkan masalah dengan mudah, melacak progres penanganan, serta menerima pembaruan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan pengguna dengan menghadirkan proses pelaporan yang lebih terlihat, terstruktur, dan responsif.

PENGIRIMAN LAPORAN

Alur pelaporan yang sederhana dan terarah untuk memudahkan pengguna mengirim laporan dengan cepat.

Fungsi:

  • Mengirim laporan dengan foto dan deskripsi
  • Deteksi lokasi otomatis
  • Pemilihan kategori untuk pelaporan yang lebih terstruktur

PELACAKAN STATUS REAL-TIME

Sistem pelacakan transparan yang membantu pengguna mengetahui status laporan secara berkala.

Fungsi:

  • Pembaruan status (dikirim, diproses, selesai)
  • Tampilan timeline progres laporan
  • Notifikasi untuk setiap pembaruan

KOMUNIKASI DUA ARAH

Memungkinkan interaksi antara pengguna dan pihak berwenang untuk mengurangi ketidakpastian.

Fungsi:

  • Balasan atau tanggapan dari pihak berwenang
  • Permintaan informasi tambahan dari pengguna
  • Konfirmasi yang jelas saat laporan diterima

RIWAYAT LAPORAN & DASHBOARD

Tempat terpusat bagi pengguna untuk memantau seluruh laporan yang telah dikirim.

Fungsi:

  • Daftar laporan yang telah dikirim
  • Filter berdasarkan status atau kategori
  • Ringkasan laporan yang sudah selesai dan yang masih diproses

PROTOTYPE

Prototipe dengan tingkat fidelitas rendah hingga tinggi dikembangkan untuk memvalidasi usability, alur navigasi, serta kejelasan proses pelaporan.

Low Fidelity

Lo-Fi
Lo-Fi
Lihat Lo-Fi di Figma

High Fidelity Prototype

Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi Hi-Fi
Lihat Prototype di Figma

TEST

Pengujian usability dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana pengguna berinteraksi dengan prototipe, dengan fokus pada kejelasan alur pelaporan, kemudahan navigasi, serta visibilitas pelacakan status.

Metode Pengujian

Usability testing terarah (moderated) dengan 5 partisipan yang memiliki pengalaman dalam melaporkan permasalahan publik. Skenario berbasis tugas (task-based).

Tugas yang Diuji

Temuan Utama

Insight

Meskipun alur pelaporan sudah cukup intuitif, visibilitas dan umpan balik tetap menjadi faktor krusial. Pengguna membutuhkan konfirmasi yang jelas serta akses yang mudah terhadap status laporan agar merasa yakin bahwa laporan mereka sedang diproses.

Iterasi

Berdasarkan hasil pengujian, dilakukan perbaikan dengan meningkatkan visibilitas fitur status laporan, menambahkan umpan balik yang lebih jelas setelah pengiriman, serta memperbaiki petunjuk navigasi agar pengguna lebih mudah memahami alur penggunaan.

OVERVIEW EMPATHIZE DEFINE IDEATE PROTOTYPE TEST

Mari Terhubung

Terbuka untuk peluang kolaborasi maupun diskusi lebih lanjut.

Resume LinkedIn Spotify